Tampilkan postingan dengan label Puisiku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisiku. Tampilkan semua postingan

For ONE MORE Day

Minggu, April 04, 2010

Andai aku diberi kesempatan untuk bersamamu satu hari saja "lagi"


Tak akan kusembunyikan senyum manisku....
yang membuatmu selalu rindu padaku (katamu saat itu....)
Akan kusiapkan soto ayam kegemaranmu (bukan tumis kangkung favoritku..)

Tak akan kulupa lagi menyiapkan satu gelas besar teh manis hangat kesukaanmu
(dan bukan engkau lagi yang membuatkannya untukku, karena aku lupa selalu...)


Tak akan pernah aku berhenti menatap wajahmu
Agar aku tak akan pernah melupakanmu

Akan aku perlihatkan seluruh perasaan cintaku padamu
Hingga kau tahu akupun sungguh sungguh mencintaimu

Tak akan pernah kulepaskan tanganmu dari gengamanku dimalam itu
Supaya aku bisa menemani dan menuntunmu di akhir perjalanan hidupmu

Dan kini...
Walau kau tak lagi bersamaku
Kau akan tetap dihatiku..selalu..
...........................
Karena aku mencintaimu...


Aku lupa mengatakannya padamu...
aku tak ngambek lagi karena kau lebih menjagokan Felipe Massa
daripada my Ice Man...Kimi Raikonen..
Maaf ya karena kusembunyikan remote TV malam itu..
I miss u.......

Aku Tidak Takut....

Kamis, Maret 25, 2010


Sering kali kuterpaku menatap penuh harap ke ujung jalan berbatu
Jalan Terjal berliku dibalik lembah perdu
Walau kutahu kau tak lagi disana menungguku
Membimbingku melompati batu demi batu
Menyingkirkan kerikil kerikil tajam menghunjam telapak kakiku
Menarikku berdiri melompati tubir keputus asaan

Sedetik berlalu
kupalingkan wajahku
kutepis semua bayangan indah itu
kulangkahkan kakiku
kembali melintasi jalanan nan berkelok dan berliku liku

Dan
Ketika rintangan datang menghadang
Aku tak akan gamang
karena aku tahu
Dibalik kesusahan akan ada kemudahan
Diujung lorong panjang yang gelap akan selalu ada cahaya yang terang bersinar

Karena aku percaya
hanya Allahlah penjaga dan pelindungku
Tiada daya dan kekuatan kecuali dari Allah semata

Laa Khaula walla quwatta illa billah...

(Gunung putri, October 9th 2009 )

Wijayakusuma

Kamis, Januari 28, 2010

Ketika malam ini kelopakmu mengembang sempurna....

Putihmu suci tak bernoda...

Harummu menguar ,masuk kedalam jiwa..

menguak rasa...

menarik cinta keluar dari

persembunyiannya....

Cinta hanya sekali.....

Sabtu, Mei 09, 2009

Hangat sang mentari .......
sejuknya embun pagi.......

ditegakkannya kepalanya tinggi tinggi ,pandangannya liar mencari...
kemana...kemana pujaan hati....
ohhh.resahnya hati ini, apa gerangan yang tlah terjadi....
kenapa dia tak datang mengunjungi..

ngung.....ngung.....
Bergetar helai kelopak bunga matahari
aih aih...itu dia si kumbang pujaan hati datang menghampiri...

Bungaku ..si matahari hati apa kabarmu pagi ini

Ahh...kumbang ku aku merindumu sepanjang malam tadi.
kurindukan bebanmu diatas mahkota bungaku
kurindu rasamu bermain dengan putik dan benang sari ditubuhku..
sayang... aku memimpikan saat saat kau hisap madu di hatiku...

Bungaku...matahari hati
Kau selalu menghangatkan hatiku setiap pagi
Kau tawarkan kenikmatan tiada tara
Kau berikan segala rasa...

Tapi......sadarkah kau..
aku si kumbang penghisap madu...
Tak takutkah kau bahwa suatu saat kau akan layu karenaku..
Dan aku tak akan bisa selalu kembali padamu
Karena ratu kumbang menunggu madu hasil hisapanku

Kumbangku....maduku hanya untukmu
Ambil ambillah ....Hanya untukmu..


Kumbang dan bunga matahari bermain main dengan cinta birahi ...
berpacu dengan panasnya hari.....
bergetar ...berpeluh...berusaha saling memuaskan hati...

ketika gelap datang menjelang
kumbangpun bergegas terbang
Tinggalkan adinda bunga matahari tersayang..


Demikian berulang setiap kali....

Hingga suatu hari kumbang tak datang lagi...
ahhhh hancur hati ini...
Setelah habis madu disesap dan dinikmati ...
kumbang terbang hanya meninggalkan memori....


Tapi bunga matahari tak pernah menyesali
karena cinta telah terpatri dalam hati....
Baginya cinta hanya sekali sesudah itu mati.

Hangat sang mentari .......
sejuknya embun pagi.......

Tak akan pernah lagi melihat getar getar kelopak bunga matahari
memendam rasa menyatakan cinta untuk kumbang pujaan hati...

Hangat sang mentari....
sejuknya embun pagi....

Menjadi saksi helaan napas akhir bunga matahari...

Mati.....

 
RENJANA - Design by: Searchopedia convertido para o Blogger por TNB