Jogjakarta Smiling City

Sabtu, Desember 19, 2009

I love Jogja , the city where Politeness and good behavior are highly regarded. They are hard working, low-profile people who are very proud of their culture and tradition whilst eager to embrace the benefits of modernity, hold firmly to Javanese value. The people are very helpful, this is in accordance with their Principle of Society of Life i.e Mutual cooperation.

For Javanese , family and social life is important. A good family always respects their parents, father as the head of family and mother as the backbone. To respect the parents and ancestors, there is a proverb saying 'mikul duwur, mendem jero' (carry on shoulders highly, bury deeply), which means always honor them, remember the good things they have done, forget the bad ones.
That’s why I always want to be back to Jogja, my hometown where my heart will always warm with the hospitality where a smile can make your life be better and your energy recharging.

There is a plenty of interesting place in Jogja to visit. Some of that are:

1. The Ancient temple (Candi)

Borobudur - Budhist Temple


Borobudur was built by King samaratungga one of the kings of Old mataram Kingdom ,the descendant of Syailendra Dinasty. Based on kayumwungan Inscription , an Indonesian named Hudaya Kandahjaya revealed that Borobudur was a place of praying that was completed to be built on 26 May 824 , 100 years from the time when the construction begun.
Name of Borobudur itself means a mountain having terrace (buddhara) , but some other people say it means monastery on high place.

Borobudur is constructed as a ten terraces building. The height before renovation is 42 meters but after renov it is only 34.5 M . each terrace symbolize the stage of human life. Base of Borobodur called kamadhatu symbolizes human being that are still bound and lust
The upper four terrace arecalled Rupadhatu symbolizing humans beings that have set themselves free from lust but are still bound of appearance and shape
The other upper three terrace called Arupadhatu symbolizing human beings that have been free from lust, appearance and shape
The top part is called Arupa symbolizes nirvana whee Buddha is residing.
Ech terrace has batiful relief panels reflect Buddha’s teaching.

In order to understands the sequence of the stories of the relief panels ,we have to alk clockwise from entrance of the remple.

Other way to feel the greatness of Borobudur you may take a walk around the surrounding villages and also get the top of Kendil Stone , aplace where we can enjoy Borobudur and the surrounding scenery…
Borobudur from Kendil Stone "jathilan" - one of traditional dance





Ijinkan Aku

Kamis, Juni 18, 2009

♥ Ijinkan aku mengenangmu...
seperti waktu kita bertemu...
hangat,penuh senyum dan kau begitu lucu...

♥ Ijinkan aku mengenangmu
sebijaksana nasihat yang pernah kau ucapkan padaku

♥ Ijinkan aku mengenangmu
semesra hari hari yang pernah kita habiskan berdua

♥ Ijinkan aku mengenangmu
sehangat perasaan kasih dan sayang yang pernah ada

♥ Aku tak ingin mengenangmu
seperti saat ini,
saat jurang itu memisahkan aku dan kamu..
saat kau mulai suka membalikkan semua kalimatku
untuk memancing kemarahanku

Ijinkan aku.....
Untuk hanya mengenangmu...
Karena aku sadar kau bukan milikku...

Cinta hanya sekali.....

Sabtu, Mei 09, 2009

Hangat sang mentari .......
sejuknya embun pagi.......

ditegakkannya kepalanya tinggi tinggi ,pandangannya liar mencari...
kemana...kemana pujaan hati....
ohhh.resahnya hati ini, apa gerangan yang tlah terjadi....
kenapa dia tak datang mengunjungi..

ngung.....ngung.....
Bergetar helai kelopak bunga matahari
aih aih...itu dia si kumbang pujaan hati datang menghampiri...

Bungaku ..si matahari hati apa kabarmu pagi ini

Ahh...kumbang ku aku merindumu sepanjang malam tadi.
kurindukan bebanmu diatas mahkota bungaku
kurindu rasamu bermain dengan putik dan benang sari ditubuhku..
sayang... aku memimpikan saat saat kau hisap madu di hatiku...

Bungaku...matahari hati
Kau selalu menghangatkan hatiku setiap pagi
Kau tawarkan kenikmatan tiada tara
Kau berikan segala rasa...

Tapi......sadarkah kau..
aku si kumbang penghisap madu...
Tak takutkah kau bahwa suatu saat kau akan layu karenaku..
Dan aku tak akan bisa selalu kembali padamu
Karena ratu kumbang menunggu madu hasil hisapanku

Kumbangku....maduku hanya untukmu
Ambil ambillah ....Hanya untukmu..


Kumbang dan bunga matahari bermain main dengan cinta birahi ...
berpacu dengan panasnya hari.....
bergetar ...berpeluh...berusaha saling memuaskan hati...

ketika gelap datang menjelang
kumbangpun bergegas terbang
Tinggalkan adinda bunga matahari tersayang..


Demikian berulang setiap kali....

Hingga suatu hari kumbang tak datang lagi...
ahhhh hancur hati ini...
Setelah habis madu disesap dan dinikmati ...
kumbang terbang hanya meninggalkan memori....


Tapi bunga matahari tak pernah menyesali
karena cinta telah terpatri dalam hati....
Baginya cinta hanya sekali sesudah itu mati.

Hangat sang mentari .......
sejuknya embun pagi.......

Tak akan pernah lagi melihat getar getar kelopak bunga matahari
memendam rasa menyatakan cinta untuk kumbang pujaan hati...

Hangat sang mentari....
sejuknya embun pagi....

Menjadi saksi helaan napas akhir bunga matahari...

Mati.....

 
RENJANA - Design by: Searchopedia convertido para o Blogger por TNB